Kriteria Desain Pipa
Dalam mendesain sistem pipa pada struktur bangunan lat dan kapal . maka hal terpenting yang harus diperhatikan adalah tentang beberapa parameter – parameter tertentu . Parameter / kriteria ini harus diperhatikan . Karena sistem perpipaan ini mempunyai faktor yang sangat penting dari sederatan proses dari operasi pengeboran minyak di lepas pantai. Dengan berpedoman pada parameter tersebu maka akan diharapkan sistem keamaanan / safety dari operasi sistem bangunan laut dan kapal itu akan sangat bergantung sekali pada susunan pipa dan beberpa peralatan lain.
Kita tahu bahwa operasi dari bangunan lepas pantai ini sangat bergantung pada kerja dari mesin utama dan kerja drai mesin bantu, efisiensi dari mesin ini akan berkurang fungsinya apabila tidak dilengkapi dengan sistem perpipaan . sistem perpipaan ini berguna untuk membawa tenaga dalam bentuk uap air keketel uap . Selain itu fungsi dari pipa ini adalah untuk memindahkan hasil kerja dari pompa – pompa ke tempat – tempat yang memerlukan baik dalam bentuk pengisapan atau pengeluaran . kriteria – kriteria yangharus dipenuhi dalam pendesainan sebuah sistem pipa pada struktur bangunan laut dan kapal adalah
- Pembagian Golongan pipa
- Bahan dari pipa.
- Katup dan peralatan ( Flens )
- Pressure Drop
- Perhitungan tebal pipa.
Dalam masalah perencanaan dan juga tentang konstruksi sistem pipa pada struktur bangunan laut dan kapal .Maka penggolongan jenis pipa yang digunakan dalam design pipa adalah dapat dibagi menjadi 2 golongan ,yaitu:
1.Golongan
Yang termasuk dalam dalam pipa golongan 1 adlah semua jenis pipa yang memiliki tekanan dan temperatur yang bermacam – macam , tergantung pada kerjanya , yaitu :
- Uap air dan udara diatas 150 psi atau diatas 370 ° F.
- Air diatas 150 psi atau diatas 200 °F.
- Minyak diatas 150 psi atau diatas 150 ° F.
- Serta gas dan cairan yang beracun pada semua tekanan dan temperatur.
2. Golongan II
Yang termasuk dalam golongan 2 adalh semua jenis pipa , dengan tekanan kerja dan temperatur di bawah tekanankerja dan temperatur yang dicantumkan dalam golongan I.
Bahan Pipa
Dalam pemilihan bahan yang paling cocok untuk sistem pipa , yang harus diperhatikan adalah tentang ;
~ Kekuatan / Strength
~ Tahanan Pipa terhadap Korosi.
Bahan yang biasanya dipakai dalam design pipa adalah ;
- Seamless drawn steel pipe / pipa baja tanpa sambungan .
Dengan ciri – cirinya sebagai berikut ;
- Dipakai untuk pipa tekan pada sistem bahan bakar.
- Injeksi bahan bakar dari motor pembakaran dalam.
- Terbuat dari bahan baja atau dari kuningan.
Dengan ciri – cirinya sebagai berikut :
- Dipakai pada tekanan kerja < 350 psi dan suhu < 450 ° F.
- Bahan daripipa terbuat dari timah hitam yang biasanya pipa jenis ini di gunkan untuk saluran suply air laut dan saluran pipa sistem bilga.
Katup dan peralatan ( Flens )
Katup dan peralatan kerja dari pipa ini biasanya terebuat dari bahan – bahan baja tempa , besi tuang , campuran setengah baja ( semi Steel ) . Namun yang harus diperhatikan dari dalam pemilihan bahannnya adalah tentang batas – batas dari tekanan dan temperatur.
Flens yang digunakan pada sistem pipa , ada bermacam – macam. Selain itu juga harus mempertimbangkan tentang bahan yang akan digunakan , yaitu :
- Untuk pipa baja dengan diameter nominal lebih besar dari 2 inchi harus dimuaikan ke dalam flens baja atau dapat di sekrup kedalam flens kemudian di las.
- Untuk pipa baja dengan diameter nominal lebih dari 2 inchi , harus dimuaikan ke dalam flens baja .
- Flens dari besi tuang dapat digunakan dengan sistem sambungan yang di sekrup dan hanya boleh di pakai didalam sistem dimana penggunaanya tidak dilarang.
Untuk pipa yang tidak terbuat dari baja / besi harus di patri , tetapi diameter harus lebih kecil atau sama dengan 2 inchi dapat di sekrup.
Pressure Drop
Ukuran dari sebuah saluran pipa biasanya berdasarkan pada keseimbangan antara pressure drop di satu pihak dan biaya serta berat di pihak lain.. Pressure drop dalam sebuah pipa adalah fungsi dari kecepatan berat jenis dan kekentalan / viscositas dari cairan dan panjang serta diameter pipa.
Pressure drop yang dipasang , disamping sebagai fungsi yang disebut diatas tadi , juga berfungsi sebagai sifat aliran / arus termasuk jumlah dan jari – jari serta tingkat turbulensi. Didalam penggunaanya dilaut , dimana saluran pipa biasanya pendek , bagian terbesar dari jumlah pressure drop dalam sebuah sistem akan terjadi didalam saluran keran
Perhitungan tebal dari Pipa
Ketebalan dari pipa pada struktur bangunan laut dan kapal , itu tergantung pada cara kerja dari sistem tersebut . Biasanya pipa tersebut dibuat menurut ukuran standart , sehingga apabila jika terjadi penyimpangan dari ukuran standart , akan menambah biaya extra. Semua jenis pipa , harus direncanakan , tidak hanya untuk menahan tekanan kerja bagian dalam , tetapi juga untuk melindungi terhadap kerusakan – kerusakan dari luar karena letak dari pipa ini adlah dari dalam struktur bangunan laut dan dari kapal itu sendiri.
Ukuran – ukuran dari pipa ini harus mengacu pada aturan dari American Standart Association . Didalam keadaan yang khusus , ukuran – ukuran dan ketebalan – ketebalan yang di peroleh , Tetapi sebaiknya ukuran – ukuran standart harus selalu dipergunakan dalam pertimbangan ekonomis dan juga kecepatan didalam pengiriman.
Design Code dan Standart
Pipa ini di desain menurut aturan CODE desain dan standart sebagai berikut :
- ARI Rp 2A ~ Recommended Practise untuk perencanaaan dan konstruksi fixed offshore Platform.
- AISC ~ Spesifikasi untuk desain , fabrikasi dan ereksi struktur baja untuk bangunan.
Dalam pendesainan pipa tersebut didasarkan pada penggunaaan 2 bagian pipa tersebut :
a. Section pertama
Panjang 150 ft yang di desain untuk memenuhi peletakkan pipa dengan diameter s/d 24 inchi dengan menggunakan mesin penarik 88 Kips.
b. Section kedua dan pertama digunakan bersama – sama ,
dengan panjang 225 ft yang di desain untuk memenuhi peletakan pipa dengan diameter pipa 48 inchi dengan menggunakan 2 mesin yang di kombinasi dengan kapasitas 143 kips.
Masing – masing bagian dari pipa di desain untuk kondisi operasi yang emergency / penting danmendadak. Bagiannya telah di desain untuk menahan tekanan air sampai kedalaman 200 ft.
Kondisi Lingkungan laut
Pada saat ini design pipa yang terpenting , yang harus di perhatikan yaitu tentang masalah data – data lingkungan di sekitarpipa tersebut akan di pasang.




